Apakah yang dimaksud DNS Cluster ?

DNS cluster adalah kumpulan server yang berisi informasi data record dns dari banyak domain, applikasinya pada nameserver yaitu ns1 atau ns2.domain.com.

Misalnya ketika anda membeli domain, pasti anda akan dihadapkan pada halaman konfigurasi nameserver.

Sebagian kita karena belum faham biasanya bertanya.

“Ini nameservernya di isi apa ?”

dan kami menjawab, “Biarkan saja defaultnya, tidak perlu diubah”

Namun kadang ada saja yang mencoba mengisi atau menggantinya dengan nilai asal-asalan.

No problem namanya juga tidak tahu, kami biasanya mengembalikannya ke setting default.

Berikut ini adalah Ilustrasi konfigurasi nameserver ketika membeli domain.

Domain & Nameserver

Setiap domain pasti memiliki nameserver yang merupakan lokasi penyimpanan record dns. Dari nameserver tersebut record dns di terjemahkan sehingga akan diketahui nomor ip address. Nah nomor ip address inilah menunjukkan alamat server sesungguhnya.

Contoh :

Anda mengetik di browser : www.google.com maka akan terjadi proses seperti ini

www.google.com -> melihat nameserver -> ditemukan ns1.google.com -> mencari record www di server ns1.google.com -> ditemukan bahwa record www berisi ip address 172.242.14.12 -> server 172.242.14.12 menampilkan data ke browser anda.

Ilustrasi domain dan nameserver

Dapat anda perhatikan pada ilustrasi diatas.

You adalah anda -> mengakses google.com -> karena tidak ditemukan maka dialihkan dulu ke dns server -> setelah ditemukan ip address maka di alihkan ke server tujuan.

Nameserver & DNS Cluster

Nameserver mewakili server dns atau bisa disebut nameserver adalah server dns. Sedangkan DNS cluster itu adalah tadi kumpulan dari beberapa server dns seperti

dns1.pusathosting.com
dns2.pusathosting.com
dns3.pusathosting.com

terdapat 3 buah server dns.

Kemudian mengapa disebut Cluster ?

Disebut cluster disebabkan data record dns di duplikasi pada semua server.

Bagaimana apabila data record di dns1 dan dns2 tidak sama ?

Jika benar maka artinya data tidak konsisten sehingga harus dilakukan perubahan agar data record dns tersinkronisasi pada semua server.

Apa yang terjadi jika data dns tidak konsisten?

Yang terjadi adalah salah-alamat.

Misal di dns1 record www menunjuk ke ip address 172.23.23.12

dan di dns2 record www menunjuk ke ip address 172.43.12.54

dalam hal ini server yg sebenarnya adalah berlokasi di ip address 172.23.23.12

maka jika informasi dns yang didapatkan menunjuk ke ip address 172.43.12.54

ya jelas salah alamat

mengakibatkan kita tidak bisa mengakses website tersebut.

Mengapa DNS Cluster harus lebih dari satu?

Dns cluster umumnya lebih dari satu atau minimal 2, hal ini bertujuan agar apabila server dns satu mati (down) atau tidak merespon query dns maka masih terdapat server ke-2 dan seterusnya yang dapat berfungsi.

Implementasi DNS Cluster

Implementasi dns cluster terkait beberapa hal penting berikut ini :

  1. Menggunakan server khusus untuk dns saja
    Implementasi seperti ini lebih bagus karena server dns tidak tergabung dengan service atau applikasi lain sehingga pemeliharaan server juga lebih mudah.
  2. Meletakkan server dns pada lokasi negara berbeda atau datacenter berbeda.
    Dengan meletakkan server di lokasi datacenter yang berbeda maka lebih meningkatkan stabilitas akses.

Demikian yang bisa kita sampaikan seputar dns cluster apabila ada pertanyaan silahkan isi di form dibawah.

Sharing is Caring.!

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of